Integrasi Bangsa Indonesia dalam Perspektif Budaya Jerman: Sebuah Kajian Perbandingan
Kata Kunci:
Integrasi Bangsa, Budaya Jerman, Pancasila, Gotong Royong, PerbandinganAbstrak
Integrasi bangsa merupakan faktor penting yang harus di jaga terutama dalam persatuan dan
kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Di era globalisasi, tantangan integrasi bangsa semakin kompleks, khususnya akibat polarisasi sosial, politik, dan budaya. Tujuan dari Penelitian ini untuk menganalisis konsep integrasi bangsa Indonesia dengan membandingkannya pada perspektif budaya Jerman yang dikenal menjunjung tinggi kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-komparatif, melalui analisis literatur tentang nilai-nilai integrasi di kedua negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia menekankan integrasi bangsa melalui Pancasila, semangat gotong royong, dan bahasa persatuan sebagai identitas nasional. Sementara itu, Jerman menekankan integrasi melalui disiplin sosial, integritas individu, dan transparansi hukum. Perbandingan ini menunjukkan bahwa kedua negara memiliki titik temu dalam menjunjung kejujuran dan tanggung jawab, namun berbeda dalam implementasi: Indonesia menekankan nilai kolektif, sedangkan Jerman menekankan konsistensi individu. Implikasi dari kajian ini adalah perlunya Indonesia mengadopsi nilai-nilai kedisiplinan dan transparansi Jerman tanpa meninggalkan kekuatan budaya gotong royong sebagai fondasi integrasi bangsa.
Unduhan
Referensi
Andersen, U. (2003). Reunification and Political Culture in Germany. German Politics, 12(1), 1-21.
Azra, A. (2007). Pendidikan Multikultural untuk Membangun Pluralitas dan Integrasi. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 1(2), 1-15.
BAMF (Bundesamt für Migration und Flüchtlinge). (2023). Das Grundgesetz.
Kessler, T. (2018). Cultural Values and Social Integration in Germany. Journal of European Social Policy, 28(3), 297-310.
Media Indonesia. (2024). Ekonomi sirkular Jerman: Refleksi untuk visi Indonesia 2045.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The SAGE Handbook of Qualitative Research. SAGE Publications.
Seawright, J., & Gerring, J. (2008). Case Selection Techniques in Case Study Research: A Menu of Qualitative and Quantitative Options. Political Research Quarterly, 61(2), 294-308.
Yin, R. K. (2014). Case Study Research: Design and Methods. SAGE Publications.
Triyono, S. (2012). Pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Jerman. Jurnal Pendidikan Karakter, 2(3), 269-279.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The SAGE Handbook of Qualitative Research. SAGE Publications.
Giovanis, E., & Akdede, S. H. (2022). The socio-cultural integration of immigrants in Germany: changes across generations. Equality, Diversity and Inclusion: An International Journal.
Lehmann, K. (2010). Cultural Integration in Germany. IZA Discussion Paper Series, No. 4675. IZA - Institute of Labor Economics.
Prinz, C., & Schiefer, D. (2018). The Meaning of Being German: An Inductive Approach to National Identity. Journal of Social and Political Psychology, 6(2), 481-508.
Zick, A., & Küpper, B. (2015). Willkommenskultur: Die Rolle des Bürgerlichen Engagements (Budaya Penyambutan: Peran Keterlibatan Sipil). Integration in Deutschland: Ein Handbuch, Springer VS (Buku yang membahas peran Willkommenskultur).
Esser, H. (2006). Migration, Language and Integration (AKI Research Review 4). Wissenschaftszentrum Berlin für Sozialforschung (WZB).
Heckmann, F., Michalowski, I., & Straßburger, T. (2006). Integration and Integration Policies: IMISCOE Cluster B5 State of the Art Report. European Forum for Migration Studies (EFMS), Universität Bamberg.
Esser, H. (2006). Migration, language and integration (AKI Research Review 4). Wissenschaftszentrum Berlin für Sozialforschung (WZB).
Heckmann, F. (2005). Integration and integration policies: IMISCOE cluster B5 state of the art report. European Forum for Migration Studies (EFMS), Universität Bamberg.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2025-09-30 (3)
- 2025-09-30 (2)
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Anjeli Zega, Christian Siahaan, Moses Sitinjak, Vidi Daniel O Manurung (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










