Globalisasi, Budaya Jerman, dan Tantangan Identitas
Keywords:
Identitas nasional, budaya Jerman, globalisasi, multikulturalisme, integrasi sosialAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana globalisasi memengaruhi pembentukan, transformasi, dan keberlangsungan identitas nasional Jerman. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, penelitian ini menelaah dinamika historis, sosial, politik, dan budaya yang membentuk identitas nasional Jerman sejak penyatuan negara tahun 1871, pengalaman dua Perang Dunia, pembagian Jerman Timur dan Barat, hingga reunifikasi tahun 1990. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya, bahasa, filsafat, seni, serta tradisi masyarakat Jerman berperan penting dalam memperkuat identitas nasional sekaligus menjadi sarana diplomasi budaya di tingkat global. Globalisasi di satu sisi memperluas pengaruh Jerman melalui pendidikan, seni, teknologi, dan ekonomi, tetapi di sisi lain menimbulkan tantangan berupa homogenisasi budaya, dominasi budaya populer asing, serta kompleksitas sosial akibat meningkatnya arus migrasi. Fenomena multikulturalisme memperkaya keragaman budaya Jerman, namun juga menguji kohesi sosial dan menuntut redefinisi identitas nasional yang lebih inklusif dan berlandaskan nilai demokrasi, keadilan, serta toleransi. Upaya pelestarian identitas nasional dilakukan melalui pendidikan, pelestarian budaya, kebijakan integrasi sosial, serta diplomasi budaya yang berorientasi pada inklusivitas. Dengan demikian, identitas nasional Jerman dapat dipahami sebagai konstruksi historis yang dinamis, adaptif, dan terus bertransformasi dalam menghadapi tantangan globalisasi dan multikulturalisme.
Downloads
References
Anam, F. K., Ikhsan, M. A., Hanafi, Y., & Adzim, A. (2022). Internalisasi nilai karakter religius nasionalis untuk mencegah paham transnasional radikal di Indonesia dan Jerman. Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 18(2), 181–193. https://doi.org/10.20414/transformasi.v18i2.5886
Asshiddiqi, A. R., Arviandi, F., Isnaini, R., Meilani, T., & Antonia, J. (2024). Pengaruh Globalisasi Terhadap Budaya Indonesia Serta Tantangan Dalam Mempertahankan Rasa Nasionalisme. JIIC: JURNAL INTELEK INSAN CENDIKIA, 1(10), 6866–6871.
Brown, P., Lauder, H., Ashton, D., Yingje, W., & Vincent-Lancrin, S. (2008). Education, Globalisation and the Future of the Knowledge Economy. European Educational Research Journal, 7(2), 131–156. https://doi.org/10.2304/eerj.2008.7.2.131
Fleischmann, F., & Phalet, K. (2018). Religion and National Identification in Europe: Comparing Muslim Youth in Belgium, England, Germany, the Netherlands, and Sweden. Journal of Cross-Cultural Psychology, 49(1), 44–61. https://doi.org/10.1177/0022022117741988
Gaskarth, J., & Oppermann, K. (2021). Clashing Traditions: German Foreign Policy in a New Era. International Studies Perspectives, 22(1), 84–105. https://doi.org/10.1093/isp/ekz017
Göpffarth, J. (2020). Rethinking the German nation as German Dasein: Intellectuals and Heidegger’s philosophy in contemporary German New Right nationalism. Journal of Political Ideologies, 25(3), 248–273. https://doi.org/10.1080/13569317.2020.1773068
Jasilionis, D., Van Raalte, A. A., Klüsener, S., & Grigoriev, P. (2023). The underwhelming German life expectancy. European Journal of Epidemiology, 38(8), 839–850. https://doi.org/10.1007/s10654-023-00995-5
Juang, L. P., Schwarzenthal, M., & Schachner, M. K. (2024). Heritage culture and national identity trajectories: Relations to classroom cultural diversity climate and socioemotional adjustment for adolescents of immigrant descent. Zeitschrift Für Erziehungswissenschaft, 27(1), 63–87. https://doi.org/10.1007/s11618-023-01204-5
Malik, R. S. (2018). EDUCATIONAL CHALLENGES IN 21ST CENTURY AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT. Journal of Sustainable Development Education and Research, 2(1), 9. https://doi.org/10.17509/jsder.v2i1.12266
Moffitt, U., Juang, L. P., & Syed, M. (2018). Being both German and Other: Narratives of contested national identity among white and Turkish German young adults. British Journal of Social Psychology, 57(4), 878–896. https://doi.org/10.1111/bjso.12268
Rahman, A. (2020). Cagar Budaya Dan Memori Kolektif: Membangun Kesadaran Sejarah Masyarakat Lokal Berbasis Peninggalan Cagar Budaya Di Aceh Bagian Timur. MOZAIK HUMANIORA, 20(1), 12. https://doi.org/10.20473/mozaik.v20i1.15346
Shao, D. (2020). Beethoven as “Paradigmatic Socialist Warrior”: The Reception and Performance of Classical Music in the GDR.
Zega, A., Siahaan, C., Sitinjak, M., & Manurung, V. D. O. (2025). Integrasi Bangsa Indonesia dalam Perspektif Budaya Jerman: Sebuah Kajian Perbandingan. MAERIFA: Multidisciplinary Research for Academia, 1(1), 1–9.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mawar Lija Sirait, Nadine Yeremiani Lumban Gaol, Ruth Eunike Gurning (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










